Santunan dan Sembako untuk Yatim Terdampak Covid-19
bmh.or.id– Kondisi pandemi yang melanda Indonesia memberikan
dampak yang sangat berat bagi masyarakat, terutama anak-anak yatim yang
ditinggal orangtuanya, disebabkan ajal dan serangan virus Covid-19. Butuh
perjuangan yang sangat berat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya
para ibu yang ditinggal suaminya. Disaat suami mereka ada, mereka menjadi ibu
rumah tangga. Tetapi kini harus menjadi tulang punggung keluarga, banyak
diantara mereka menjadi buruh jahit, jualan kecil-kecilan dan bahkan menjadi
buruh cuci. Demi meringankan kondisi mereka, di moment Muharram ini, bertempat
di Musholla Luqman Al-Hakim, BMH Pekalongan menyalurkan bantuan berupa paket
sembako, suplemen peningkat daya imun, dan santunan kepada anak-anak yatim.
“Selain itu juga dalam rangka menguatkan mental mereka untuk tetap bangkit juga
dihadirkan sesi tausiyah yang hadirkan dai setempat, Ustadz Abdul Aziz,” terang
Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Tengah, Yusran Yauma. Dalam
uraiannya, Ustadz Abdul Aziz menyampaikan materi berjudul 3 spirit tahun baru
hijriah yang meliputi, spirit muhasabah, spirit hijrah dan spirit amal sholeh.
“Dengan spirit ini, diharapkan adik-adik ditahun ini akan lebih baik dibanding
tahun kemarin,” tegasnya. Sebanyak 55 paket sembako dan santunan diberikan
kepada anak-anak yatim, terlihat raut wajah bahagia muncul dari mereka terutama
para ibu-ibu yang mendampingi anaknya. Ibu Desi, salah satu penerima manfaat
yang suaminya meninggal saat pandemi, mengucapkan apresiasi atas bantuan BMH.
”Terimakasih kepada BMH dan para donatur yang telah membantu kami, semoga BMH
dan para donaturnya terus sehat, berkah dan sukses,” tutur Ibu Desi.(*)