Jakarta — Rapat Koordinasi Bulanan (Rakorbu) yang digelar di Kantor LAZISMU, Kamis (8/1/2026), membahas sejumlah isu strategis terkait penanganan bencana di Sumatera, kolaborasi bantuan kemanusiaan, hingga penguatan peran jurnalistik filantropi yang diinisiasi oleh Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ).
Dalam Rakorbu tersebut, peserta yang tergabung dalam jaringan POROZ menyoroti perkembangan situasi bencana di sejumlah wilayah Sumatera yang masih membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi dari lembaga filantropi Islam. Pembahasan difokuskan pada pemetaan kebutuhan para penyintas serta langkah-langkah percepatan distribusi bantuan kemanusiaan.
Selain itu, Rakorbu POROZ juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar-lembaga pengelola zakat dalam penyaluran bantuan di Sumatera. Sinergi antar anggota POROZ dinilai menjadi kunci agar bantuan yang dihimpun dapat lebih efektif, tepat sasaran, serta menghindari tumpang tindih program di lapangan.
Isu lain yang mengemuka dalam Rakorbu adalah penguatan jurnalistik filantropi sebagai bagian dari strategi komunikasi POROZ. Penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan berperspektif kemanusiaan dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap kerja-kerja filantropi dan pengelolaan zakat.
Rakorbu POROZ juga membahas pengembangan program Kampung POROZ di wilayah Sumatera terdampak bencana. Program ini dipandang strategis sebagai upaya rehabilitasi dan pemulihan bagi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal, sekaligus mendorong pemulihan sosial dan ekonomi berbasis zakat.
Melalui Rapat Koordinasi Bulanan ini, POROZ berharap dapat memperkuat sinergi, kesamaan langkah, dan efektivitas peran lembaga filantropi dalam merespons bencana serta memperluas manfaat zakat bagi masyarakat di Sumatera.
