POROZ Tuntut Permintaan Maaf dari IM3 Indosat Terkait Iklan yang Merendahkan Zakat
JAKARTA, 2 April 2026 – Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ), sebagai wadah berhimpunnya lembaga-lembaga pengelola zakat di Indonesia, menyampaikan protes keras dan keberatan mendalam terhadap materi iklan luar ruang IM3 Indosat yang ditemukan pada moda transportasi publik. Iklan tersebut menampilkan pesan: "Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer."
POROZ menilai diksi yang digunakan dalam iklan tersebut sangat tidak patut, cenderung provokatif, dan dapat mencederai kepercayaan publik terhadap gerakan zakat nasional yang sedang dibangun dengan penuh integritas oleh lembaga-lembaga resmi.
Pernyataan Sikap dan Keberatan POROZ
Stigmatisasi Kewajiban Agama: Menempatkan "ajakan zakat" sebagai sinonim atau indikasi tindakan penipuan (scamming) adalah bentuk stigmatisasi terhadap salah satu rukun Islam yang sangat dihormati.
Merugikan Lembaga Amil Zakat Resmi: Narasi ini dapat menimbulkan keraguan di tengah masyarakat untuk merespons layanan edukasi dan penjemputan zakat yang dilakukan oleh Amil resmi, yang selama ini bekerja sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Ketidakpekaan Sosial: Sebagai perusahaan telekomunikasi besar, IM3 Indosat seharusnya menunjukkan tanggung jawab sosial dengan menggunakan contoh edukasi anti-penipuan yang lebih netral tanpa menyudutkan ritual ibadah tertentu.
Tuntutan POROZ kepada IM3 Indosat
Sehubungan dengan hal tersebut, POROZ secara resmi menuntut IM3 Indosat untuk:
1. Permohonan Maaf Terbuka: Menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan terbuka kepada umat Islam dan seluruh organisasi pengelola zakat di Indonesia melalui media nasional (cetak/digital) dan media sosial resmi perusahaan.
2. Penarikan Materi Iklan: Segera menginstruksikan pencabutan dan pembersihan seluruh materi iklan tersebut di semua platform, baik di transportasi umum maupun titik reklame lainnya dalam waktu maksimal 2x24 jam.
3. Komitmen Perbaikan: Memberikan klarifikasi dan jaminan bahwa di masa mendatang, pihak manajemen akan melakukan supervisi ketat terhadap konten kreatif agar tidak mengandung unsur pelecehan terhadap simbol-simbol agama.
“Iklan seperti ini bermasalah,”
tegas Ketua Umum POROZ Bukhori Muslim.
POROZ berharap pihak IM3 Indosat segera menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini demi menjaga kondusifitas dan rasa saling menghormati di ruang publik.