Jakarta, 15 Oktober 2024 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional LAZ (Rakornas LAZ) 2024 sebagai langkah untuk memperkuat integrasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan ZIS serta DSKL secara nasional.
Rakornas LAZ 2024 tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI K.H. Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Selasa (15/10/2024). Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia, termasuk pimpinan LAZ Ormas Islam anggota Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) yang hadir sebagai peninjau.
Beberapa pimpinan LAZ Ormas Islam anggota POROZ yang turut hadir antara lain Sekretaris LAZISNU, KH. Moesafa, Ketua Umum LAZISMU, Ahmad Imam Mujadid Rais, dan Direktur LAZNAS Dewan Dakwah, H. Tjaturadi Walujo Badrudin, S.E. Mereka turut bergabung dengan para peserta Rakornas untuk membahas strategi sinergi pengelolaan zakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan nasional.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad MA., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh LAZ, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang telah berkolaborasi dengan BAZNAS dalam mewujudkan kesejahteraan umat sepanjang tahun 2024.
"Rakornas LAZ 2024 ini mengangkat tema Sinergi Pengelolaan Zakat untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan, yang diharapkan mampu memacu integrasi antar-lembaga zakat dalam mencapai visi bersama untuk menyejahterakan umat," ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menekankan pentingnya harmonisasi dan optimalisasi pengelolaan zakat di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta pentingnya BAZNAS dan LAZ bergerak dalam satu visi, satu tujuan, dan satu barisan untuk mewujudkan misi sebagai lembaga utama dalam menyejahterakan umat.
"Rakornas ini menjadi momentum untuk menguatkan penyatuan visi dan tujuan di antara lembaga-lembaga pengelola zakat, sehingga kita semua dapat terus bekerja sama dalam agenda Rapat Koordinasi Lembaga Amil Zakat tahun 2024," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris LAZISNU, KH. Moesafa, juga menyampaikan pandangannya terkait operasional LAZISNU. "Secara operasional kami bergerak dari pusat sampai ke desa. Basis utama pengumpul kami dimulai dari desa. Terkait adanya potensi tumpang tindih data, kami harapkan ada perbandingan data mustahik agar tidak terjadi pemberian bantuan berulang," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum LAZISMU, Ahmad Imam Mujadid Rais, menekankan pentingnya potensi zakat yang besar namun belum terealisasi sepenuhnya. "Basisnya ormas sama dengan LAZISNU, operasional juga sama dari pusat sampai desa. Potensi zakat besar, tapi masih 40%. Harus lebih," ujar Ahmad Imam Mujadid Rais.
Kiai Noor menutup dengan menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus memperkuat sinergi BAZNAS di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dengan menekankan prinsip 3A, yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sebagai landasan pengelolaan zakat nasional yang transparan dan berintegritas.