JAKARTA – Perkumpulan
Organisasi Pengelolaan Zakat (POROZ) menghadiri pertemuan ke-3 ASEAN Homegrown
CSOs yang digelar oleh Aliansi Pembangunan – Kemanusiaan Indonesia (AP-KI), Pujiono
Centre, dan Dompet Dhuafa di Lumire Hotel & Convention
CenterJakarta, dengan tema, “Harnessing the
Prospective Contribution of Homegrown CSOs to the implementation of the ASEAN
Framework on Anticipatory Action in Disaster Management (AFAADM)” pada Kamis (15/6/2023).
Pertemuan
ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keterlibatan organisasi masyarakat sipil
yang tumbuh di regional ASEAN (Homegrown CSOs) dalam pembentukan kerangka kerja
Anticipatory Action in Disaster Management (AFAADM) atau Aksi Antisipatori dalam
Penanggulangan Bencana di Asia tenggara.
“Awalnya
di latarbelakangi oleh minimnya keterlibatan peran organisasi masyarakat sipil
khususnya yang lahir di regional ASEAN. Praktisi kemanusiaan termasuk POROZ, Pujiono
Centre dan anggota lainnya berusaha menjadikan AP-KI sebagai platform untuk
meingkatkan keterlibatan CSOs dengan isu utama yang dibahas adalah ASEAN
Framework on Anticipatory Action in Disaster Management (AFAADM)”. Kata Putu
Hendra Wijaya, keterwakilan AP-KI dari Pujiono Centre.
Acara ini dibagi menjadi 3 sesi dalam bentuk Talkshow.
Subjudul pembahasan pertama adalah “What changes are needed to optimize the
contribution of homegrown CSOs in the decision, policy and implementation of
ASEAN disaster management and humanitarian assistance?” kemudian dilanjut
dengan “Homegrown CSOs consolidated perspectives towards their meaningful
contribution the AFAADM.” dan terakhir “Localisation Performance
Measurement Framework to CSOs constituent building and alignment with the
broader Global South.”
Sebelumnya pertemuan ASEAN Homegrown
CSOs telah dilaksanakan sebanyak dua kali. Pertemuan pertama dilaksanakan pada
19 April 2023 dan dihadiri sebanyak 52 CSOs berasal dari Indonesia, Thailand,
Camboja, Miyanmar, Srilanka, Malaysia dan Filipina dengan tujuan mengenalkan
AFAADM kepada CSOs di regional ASEAN serta membahas keterlibatan CSOs dalam
pembentukan AFAADM.
Pertemuan
kedua dilaksanakan secara daring pada 19 Mei 2023 dan dihadiri sebanyak 64
peserta. Pertemuan ini membuka naskah dari penelis dan mengasilkan policy brief.
“Setiap pertemuan
kita menghasilkan Policy Brief. Pertemuan pertama berisi bahwa LSM dan CSOs
ASEAN adalah mitra pemerintah yang harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan
dan Pembentukan AFAADM. Kedua berisi visi CSOs ASEAN 2025 dan kesepakatan
program kerja tanggap bencana 2021-2025. Untuk Policy Brief pertemuan ketiga
masih disusun berisi tentang pelaksanaan Aksi Antisipatori” Ujar Putu Hendra.
Sebagai informasi, AP-KI Bersama Dompet
Dhuafa sedang mempersiapkan pertemuan berikutnya. Dalam hal ini POROZ selaku anggota
AP-KI turut serta mendukung serta terlibat dalam partisipasi agenda dan
pertemuan yang diadakan AP-KI.