POROZ Hadiri Leaders Talk untuk Perkuat Kolaborasi Zakat Nasional
JAKARTA, 11 Juni 2026 – Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) telah berpartisipasi dalam forum Leaders Talk bertajuk "Menguatkan Kolaborasi Zakat Nasional untuk Wujudkan Indonesia Berdaya". Kegiatan yang mempertemukan berbagai instansi dan pemangku kepentingan zakat nasional ini diselenggarakan pada Rabu, 10 Juni 2026, berlokasi di Auditorium Lt. 6, The Tower BSI.
Agenda acara diawali dengan rangkaian sambutan dari sejumlah tokoh kunci ekosistem zakat dan pemerintahan, yaitu Bapak Angga Nugraha, S.Kom.I. (Sekretaris Umum POROZ), Bapak Udhi Tri Kurniawan, S.Sos., M.Si. (Sekretaris Umum Forum Zakat), Bapak H. Kemas Erwan Husainy, S.E., M.M. (Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia), Ibu Dyah Tri Kumolosari, A.KS, M.Si. (Plt. Deputi Bid. Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial), serta Bapak Dr. Ir. H Sodik Mudjahid, M. Sc. (Ketua Badan Amil Zakat Nasional).
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan momen penting berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara POROZ, FOZ, dan Bank Syariah Indonesia (BSI), yang kemudian disusul dengan penandatanganan kerja sama bersama BAZNAS. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat sinergi ekosistem zakat nasional.
Memasuki sesi diskusi utama, forum ini menghadirkan para narasumber penggerak zakat nasional, yakni Bapak Prof. Waryono Abdul Ghafur (Direktur Zakat Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia), Bapak Dr. KH. Moch Bukhori Muslim, Lc. M.A. (Ketua Umum POROZ), dan Bapak Wildhan Dewayana S.T., M.Si. (Ketua Umum Forum Zakat).
Dalam sesi tersebut, perhatian khusus tertuju pada pemaparan strategis dari Ketua Umum POROZ, Dr. KH. Moch. Bukhori Muslim, Lc., M.A. Beliau secara tajam menyoroti perlunya terobosan inovatif dalam ekosistem pengelolaan zakat. Guna mengoptimalkan potensi dan penyaluran zakat nasional, beliau menekankan dua gagasan utama yang harus segera direalisasikan:
"Perlu adanya marketplace/Mall yang mempertemukan mustahik dan muzakki."
Gagasan ini bertujuan untuk meruntuhkan jarak antara pemberi zakat dan penerima manfaat, menciptakan transparansi penuh, serta memberikan kemudahan interaksi secara langsung dalam satu ekosistem digital yang modern.
"Datanya langsung dari pemerintah."
Beliau menegaskan bahwa basis data yang menjadi tulang punggung marketplace tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus bersumber dari data tunggal pemerintah. Hal ini dinilai sangat krusial agar integrasi penyaluran dana zakat terukur, menghindari tumpang tindih bantuan, benar-benar tepat sasaran, dan menghasilkan dampak pemberdayaan yang maksimal.
Pertemuan lintas sektor ini ditujukan sebagai ruang dialog faktual untuk merumuskan langkah konkret dalam optimalisasi potensi zakat nasional dan merancang kebijakan yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara terukur.