Jakarta,
6 Juli 2026 – Perhimpunan Organisasi Pengelola Zakat
(POROZ) melakukan audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) di
Kantor Pusat BAZNAS RI, Matraman, Jakarta, Senin (6/7). Pertemuan tersebut
menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan membangun kolaborasi strategis
dalam mendukung penguatan ekosistem zakat nasional.
Audiensi
dipimpin oleh Ketua Umum POROZ, Moch. Bukhori Muslim, dan diterima
langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, didampingi Pimpinan
BAZNAS RI Ending Syarifudin dan Saidah Sakwan. Turut hadir pula
jajaran pengurus POROZ serta perwakilan Lembaga Amil Zakat (LAZ) anggota POROZ.
Dalam
sambutannya, Ketua Umum POROZ, Moch. Bukhori Muslim, menyampaikan harapannya
agar BAZNAS RI dapat memberikan arahan mengenai peluang kolaborasi yang dapat
dijalankan bersama ke depan. Ia menjelaskan bahwa POROZ kini telah memiliki 13
lembaga anggota yang menjadi potensi besar untuk memperluas sinergi dan
menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Pertemuan
hari ini kami niatkan sebagai langkah untuk memperkuat kolaborasi dan berjalan
bersama BAZNAS dalam berbagai program strategis, termasuk mendukung delapan
program strategis yang menjadi bagian dari Asta Cita BAZNAS," ujar
Bukhori.
Selain
itu, Bukhori juga menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian
bersama dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, tantangan sinkronisasi data
antarlembaga masih menjadi pekerjaan rumah yang memerlukan solusi bersama. Di
samping itu, kesejahteraan amil zakat juga perlu terus diperhatikan sebagai
bagian dari upaya memperkuat profesionalisme pengelolaan zakat. Ia juga
menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya
dalam penyusunan proposal dan penguatan kemampuan fundraising agar penghimpunan
dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dapat terus
berkembang.
Menanggapi
hal tersebut, Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa ekosistem
zakat nasional harus terus dibangun melalui kolaborasi yang kuat antar seluruh
pemangku kepentingan. Ia meyakini bahwa sumber daya manusia yang dimiliki POROZ
merupakan modal penting dalam memperkuat gerakan zakat di Indonesia.
"Kolaborasi
harus terus dibangun di dalam ekosistem zakat. Kami mendorong agar berbagai
program yang dijalankan POROZ dapat diselaraskan dengan arah dan
program-program BAZNAS sehingga sinergi yang terbangun semakin efektif,"
kata Sodik.
Ia
juga menjelaskan bahwa arah baru program-program BAZNAS membuka ruang
kolaborasi yang semakin strategis antara BAZNAS dan POROZ. Menurutnya, sinergi
tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat
sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
"Yang paling penting adalah kita harus tetap solid dalam membangun
ekosistem zakat nasional," tegasnya.
Sementara
itu, Pimpinan BAZNAS RI, Ending Syarifudin, menekankan pentingnya POROZ terus
menghadirkan program-program yang mampu menjaga eksistensi dan keberlangsungan
ekosistem zakat agar tetap berjalan secara baik dan kondusif. Ia juga
mengusulkan perlunya membangun komitmen bersama untuk mengonsolidasikan serta
mengintegrasikan berbagai program zakat sehingga pelaksanaannya menjadi lebih
efektif dan berdampak luas.
Pada
kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi
atas kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara BAZNAS dan POROZ.
Menurutnya, sinergi tersebut telah memberikan dampak positif bagi masyarakat
dan BAZNAS siap terus memberikan dukungan dalam memperkuat kerja sama di masa
mendatang.
Masukan
juga datang dari Direktur LAZNAS IKADI, Eddy Susianto, yang menilai bahwa
program pemberdayaan masjid perlu menjadi salah satu fokus dalam penguatan
ekosistem zakat. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat
pelayanan umat sekaligus sebagai simpul penghimpunan dan pendayagunaan zakat
yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Melalui
audiensi ini, POROZ dan BAZNAS RI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat
kolaborasi, mempererat konsolidasi antarlembaga zakat, serta membangun
ekosistem zakat nasional yang semakin profesional, terintegrasi, dan berdampak
bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
