Ketua Umum POROZ Dorong Penguatan Tata Kelola Internal LAZ Ormas
JAKARTA,
27 Agustus 2026 — Lanskap filantropi Islam di
Indonesia terus berkembang dengan sangat dinamis. Bagi Perkumpulan Organisasi
Pengelola Zakat berbasis Organisasi Kemasyarakatan (POROZ), perkembangan ini
tidak cukup hanya dijawab dengan peningkatan angka penghimpunan donasi, tetapi
harus diimbangi dengan ketahanan organisasi.
Merespons
tantangan tersebut, Ketua Umum POROZ, Dr. KH. Moch. Bukhori Muslim, menyuarakan
dorongan kuat untuk memperkuat tata kelola internal. Menariknya, ajakan ini
tidak hanya ditujukan kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) berbasis ormas yang
menjadi anggota, tetapi secara tegas dititikberatkan pada pembenahan tata
kelola di tubuh POROZ itu sendiri sebagai rumah besar perhimpunan. Dorongan ini
menjadi visi penting agar ekosistem zakat ormas benar-benar berkelanjutan (sustainable).
Menurut Bukhori, keberlanjutan sebuah lembaga zakat
sangat ditentukan oleh seberapa kokoh fondasi di "dapur" mereka
sendiri. Ia mengajak para anggota POROZ untuk mulai memikirkan langkah-langkah
strategis yang melampaui rutinitas penghimpunan dan penyaluran. Hal ini
mencakup pembenahan manajemen risiko, standardisasi operasional, peningkatan
kapasitas profesional para amil, hingga penguatan sistem pelaporan yang
transparan dan akuntabel.
“Keberlanjutan ekosistem zakat bermula dari kesehatan
internal masing-masing lembaga,” menjadi pesan moral yang terus digaungkan oleh
kepemimpinan POROZ saat ini.
Bukhori mendorong agar setiap LAZ Ormas memiliki
ketahanan (resilience) untuk menghadapi berbagai dinamika, mulai dari
perubahan regulasi, tantangan ekonomi, hingga adaptasi teknologi. Ketika tata
kelola internal sudah kuat, sebuah LAZ tidak hanya akan bertahan melintasi
berbagai zaman, tetapi juga mampu menjaga kualitas pelayanannya kepada mustahik
secara konsisten.
Dorongan
dari Ketua Umum ini diposisikan sebagai langkah awal yang esensial. Sebelum
melangkah terlalu jauh merumuskan rancangan besar (grand design) zakat
nasional yang lebih makro, Bukhori ingin memastikan bahwa fondasi di dalam
rumah POROZ dan anggota-anggotanya telah terbangun dengan mumpuni. Visi
keberlanjutan ini diharapkan menjadi napas bersama, memastikan gerakan zakat
ormas tetap kokoh sebagai pilar pemberdayaan ekonomi umat di masa depan.