HALO POROZ: Srikandi Amil POROZ Bahas Kontribusi Perempuan dalam Dunia Zakat
Jakarta, 26 November 2024 – Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) sukses menggelar diskusi lintas organisasi bertema "Srikandi Amil POROZ: Kontribusi Perempuan di Dunia Zakat" pada Selasa pagi. Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menyoroti peran strategis perempuan dalam dunia filantropi Islam, terutama di sektor zakat, yang selama ini masih didominasi laki-laki.
Ketua Umum POROZ, KH. Bukhori Muslim, membuka acara dengan menyampaikan pandangannya tentang pentingnya peran perempuan di ekosistem zakat. “Keterlibatan perempuan bukan sekadar soal representasi, tetapi juga tentang memberikan dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat. Diskusi ini diharapkan menjadi titik awal untuk mendorong kesetaraan gender dan memperkuat kontribusi perempuan,” ujarnya.
Diskusi ini menghadirkan Anik Rifqoh Fauzan, Wakil Direktur Fundraising, Humas, dan IT LAZISNU, yang membahas "Keterwakilan Gender dalam Pengelolaan Zakat". Ia menekankan perlunya keberadaan perempuan di posisi strategis untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih inklusif.
Upik Rahmawati, Manajer Kemitraan LAZISMU, memaparkan materi "Strategi Kolaborasi untuk Mendorong Kesetaraan Gender". Ia menjelaskan bahwa sinergi lintas lembaga dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan kesetaraan gender di dunia zakat.
Dari sudut pandang akademik, Indah Piliyanti, Wakil Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, memaparkan "Perspektif Akademik tentang Perempuan dan Filantropi Islam". Dalam paparannya, ia menyoroti kajian akademik terkait peran perempuan sebagai penggerak utama filantropi Islam.
Sementara itu, Siti Zayyini, Direktur Keuangan LAZ PERSIS, membahas "Transparansi Keuangan dan Keterwakilan Gender". Ia menjelaskan bagaimana peran perempuan dalam tata kelola keuangan dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga zakat.
Diskusi yang dimoderatori oleh Andi Maghfira dari Sekretariat POROZ ini berlangsung dinamis hingga pukul 11.30 WIB. Peserta yang hadir, mulai dari pengelola zakat hingga akademisi, aktif berpartisipasi dan berbagi pandangan terkait isu gender dalam dunia zakat.
Acara ini menjadi langkah nyata POROZ untuk mendorong terciptanya ekosistem zakat yang lebih inklusif, dengan perempuan sebagai aktor penting dalam setiap lini pengelolaannya. HALO POROZ terus berkomitmen menjadi ruang diskusi yang mendukung kolaborasi lintas organisasi demi keberlanjutan filantropi Islam di Indonesia.