Dukung Santri Menjadi Entrepreneur : Santripreneur POROZ X BAZNAS Sukses Digelar di Perpustakaan Nasional RI
Jakarta,
01 Februari 2024 - Acara Santripreneur yang diselenggarakan oleh Perkumpulan
Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) bekerja sama dengan Badan Amil Zakat
Nasional (BAZNAS) sukses terselenggara dengan khidmat di Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia pada tanggal 01 Februari 2024.
Dalam
suasana yang penuh kekhusyukan, acara dibuka oleh Direktur Pemberdayaan Zakat,
Waryono.“Bahwa Santripreneur ini harus merata didapatkan oleh para
santri” ucapnya. Acara ini menjadi wujud nyata dari
komitmen POROZ dan BAZNAS dalam mengaktifkan potensi ekonomi umat.
Pimpinan BAZNAS, Achmad Sudrajat, turut memberikan
sambutan yang menjelaskan tekad BAZNAS untuk terus menyalurkan dana zakat
dengan maksimal guna memberikan dampak positif bagi umat. “Saya yakin betul isyarat alam dengan kedatangan POROZ
untuk kita dari semua program mulai dari pemerintah, agama dan BAZNAS RI, itu
harus kita jaga terus,” tegasnya. Bukhori Muslim, selaku
Ketua Umum POROZ, menyampaikan rasa
Syukur atas terselenggaranya Santripreneur pada hari ini. “Kami juga bersyukur,
bahwa hari ini adalah kick-off untuk melatih para santri,” ucapnya.
Acara
yang dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB tersebut berhasil menarik
peserta dari 19 provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Peserta yang terdiri
kalangan santri yang memiliki antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan yang
menggali potensi wirausaha di tengah-tengah masyarakat.
Dalam
upaya mendukung para santri untuk menjadi pegiat UMKM yang sukses,
Santripreneur POROZ X BAZNAS hadir sebagai pondasi dalam menciptakan para
santri yang kuat dan mandiri secara ekonomi, namun tidak melupakan
prinsip-prinsip syariah.
Santripreneur
POROZ X BAZNAS tidak hanya menjadi wadah untuk pemberdayaan ekonomi, tetapi
juga menjadi simbol kolaborasi positif antara ormas Islam yang bergerak dalam
pengelolaan zakat. Keberhasilan acara ini menciptakan jejak inspiratif dalam
upaya meningkatkan kesejahteraan umat dan memberikan contoh nyata bagaimana
dana zakat dapat menjadi katalisator perubahan positif.*